Jago Coffee: Kopi Segar di Pagi Hari

Gerobak sepeda Jago. (dokumentasi pribadi)

Sebagai pribadi yang sudah kecanduan kopi, setidaknya saya harus mengkonsumsi kopi dua kali sehari, pertama saat pagi sebelum memulai berkerja, kedua siang setelah makan.

Walaupun sudah kecanduan kopi, saya bukanlah orang yang bawel dengan urusan kopi, bahkan kopi yang sering saya konsumsi adalah kopi saset yang beredar di berbagai pasar swalayan. Walau begitu, terkadang saya ingin merasakan berbagai jenis kopi artisan, atau kopi ala coffee shop.

Mudah saja menemukan kopi ala coffee shop ketika siang, atau sore. Tapi, ketika pagi agak sulit, lantaran ebanyakan coffee shop artisan yang berbisnis di Jakarta mulai beroprasi ketika menjelang siang.

Alternatifnya adalah kalau pagi, saya hanya bisa meminum kopi saset, atau membeli kopi di toko kopi franchise yang terkadang harga, dan rasanya agak sedikit membuat saya menyesal telah membeli.

Suatu pagi di sekitaran tempat kerja, saya melihat gerobak sepeda bertuliskan “Jago Coffee”. Langsung saya samperin menanyakan tentang jualannya. Setelah itu, penjual tersebut ternyata menjual kopi dengan berbagai macam varian. Harga dari kopinya juga murah, untuk es kopi susu dimulai dari Rp8000.

Menu. (dokumentasi pribadi)

Jadi Jago Coffee adalah bisnis kopi mobile. Jadi mereka menjual produknya dengan mitra yang disebut Jagoan. Para Jagoan akan menyebar di berbagai wilayah Jakarta Selatan untuk menjual kopi Jago itu sendiri.

Untuk memesan produk Jago Coffee juga bisa menggunakan aplikasi, yang nantinya Jagoan akan mendatangi tempat pembeli, hanya saja saya belum mencoba aplikasi tersebut, kebetulan saya membeli kopi di gerobak sepeda yang mangkal dekat tempat saya kerja.

Barang bawaan (dokumentasi pribadi)

Kopi pertama yang saya beli di Jago Coffee, adalah kopi panas fresh brew-nya. Setelah dipesan penjualnya langsung memanaskan air, setelah panas barulah penjual menyeduh kopi tersebut. Saat proses penyeduhan semua takaran sudah diukur dengan baik.

Awalnya bubuk kopi sudah disiapkan pertempat, setelah itu proses penyeduhan dilakukan diatas timbangan digital, yang mana ukuran beratnya sudah ada ketentuan sendiri. Maka dari itu rasa dari kopinya tidak berubah-ubah, karena sudah sesuai dengan standar Jago Coffee. Rasa dari kopinya sendiri enak, mirip-miriplah sama kopi di berbagai coffee shop.

Beberapa minggu kemudian, saya mencoba varian lainnya dari Jago Coffee, saya mencoba kopi cold brew mereka, yang kalau tidak salah dinamakan “Tanah Airku”. Kalau kopi ini sudah disiapkan di botol, jadinya penjual hanya tinggal menuangnya di gelas kertas, dengan tambahan es batu.

Bisa dibilang ini adalah menu yang paling saya suka, rasa kopinya bercampur dengan kelapa, enaklah pokoknya. Tapi, sepertinya varian menu kopi ini sudah tidak ada lagi.

Untuk cold brew sekarang diganti dengan “Citrus Cold Brew.” Kebetulan saya juga sudah pernah memesan varian kopi ini, dan sesuai namanya ada rasa asam dari citrus dengan acid dari kopi itu sendiri. Seger juga kalau untuk siang-siang.

--

--

Suka menulis tentang apa saja

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
M Ikhsan

M Ikhsan

Suka menulis tentang apa saja